Kisah Maurice Bucaille, Ilmuwan Besar Perancis yang Masuk Islam Setelah Meneliti Mumi Firaun


Siapa sih yang nggak kenal Dokter Murice? Dokter ahli bedah berkewarganegaraan Perancis ini lahir pada tanggal 19 Juli 1920 dan meninggal pada tanggal 17 Februari 1998. Dia terkenal karena telah menulis buku tentang Alkitab, Al Qur’an dan ilmu pengetahuan modern yang diberi judul The Bible, The Quran and Science, The Holy Scriptures Examined In The Light Of Modern Knowledge. 

Dalam suatu penelitiannya dia berpikir banyak tentang mumi raja Firaun yang tetap utuh walaupun sudah ribuan tahun menjadi mumi. Maka dia menggunakan segala ilmu yang dia punya, membandingkannya dengan agama satu dan lainnya, hingga akhirnya menemukan bahwa apa yang dicarinya berada di dalam Al Quran.  Inilah beberapa alasan yang kenapa Dokter Maurice yang paling pintar di Perancis ini bersedia dengan senang hati untuk masuk islam.

Tidak menemukan jawaban yang relevan dari kitab lain

Ini alasan pertamanya. Pada saat melakukan penelitian tentang jasad Firaun, Dokter Maurice itu mikir banget, kok bisa udah ribuan tahun tapi tetap utuh walaupun sudah terendam air laut. Dokter Maurice juga sudah pernah mencari jawaban pada saat meneliti mumi firaun melalui salah satu kitab agama. Namun di sana dia merasa nggak menemukan jawaban yang yang ia cari. Nah jadi makin pusing kan dia. Semua yang disebutkan di sana menurutnya belum memuaskan. Karena hanya dikisahkan bahwa Firaun mati lantaran mengejar Musa hingga ke dalam laut. Dokter Maurice merasa nggak menemukan jawaban yang relevan, lalu melakukan perbandingan dengan buku kitab yang lain.
Al Quran adalah benar-benar suatu petunjuk

Dalam keadaan ini dia nggak begitu saja percaya. Setelah melakukan perenungan yang cukup panjang, akhirnya Dokter Maurice melakukan diskusi dengan seorang tokoh Muslim atau ilmuan yang beragama islam. Nah, dari sini akhirnya Dokter Maurice menemukan jawaban atas apa yang sedang dia teliti. Jawaban itu didapatkannya setelah membaca langsung dari Al Quran  QS Yunus ayat 92 yang mengisahkan tentang bagaimana keadaan tubuh Firaun setelah diangkat dari dasar laut. Lalu disebutkan dengan atas izin Allah, tubuh Firaun itu akan tetap dijadikan-Nya utuh, agar dapat dijadikan sebagai bahan renungan bagi para umat sesudahnya supaya berpikir. Petunjuk inilah yang kemudian mendorong Dokter Maurice untuk masuk agama Islam.

Filsafat Ilmu yang dimilikinya mempengaruhi kepercayaannya

Wih, udah bawa filsafat aja nih. Jadi, setelah membaca Al Quran QS Yunus, Dokter Maurice pun akhirnya menghubungkannya dengan filsafat ilmu yang dimilikinya. Segala jenis asumsi dasar yang kemudian dijadikan sebagai teori dasar, akhirnya memengaruhinya untuk membuat kesimpulan bahwa apa yang tertulis dalam Al Quran adalah suatu bukti nyata yang masuk akal. Melalui surat tersebut disebutkan memang Allah lah yang menghendaki tubuh Firaun nggak bakalan rusak sampai kapanpun. Supaya bisa dijadikan sebagai pelajaran bagi kaum setelahnya. Sehingga memunculkan suatu paradigma baru nih, yang membuatnya percaya sama agama Islam.

Menemukan Sisi ilmiah dari Al-Quran

Ketika kembali ke Prancis, Dokter Maurice menghabiskan waktu sekitar sepuluh tahun buat melakukan studi ilmiah terhadap ayat-ayat yang ada pada Al-Quran. Kemudian Dokter Maurice menulis sebuah buku tentang Al-Quran yang akhirnya booming ke seluruh negara-negara Barat, buku itu diberi judul “The Bible, The Quran and Science, The Holy Scriptures Examined In The Light Of Modern Knowledge.”  Dari sana lah akhirnya Dokter Maurice menemukan sisi ilmiah dari Al-Quran yang telah membuatnya menyadari,  ternyata nih ya, begitu banyak kajian ilmu pengetahuan yang bisa ditemukan secara akurat di dalam Al Quran. Makanya Dokter Maurice mau masuk Islam.
Jalan menemukan pegangan hidup kadang bisa dari mana-mana. Termasuk dokter Maurice yang akhirnya memeluk Islam setelah meneliti mumi Firaun setelah mencermati isi Al-quran. Semoga kita bisa mengambil pelajaran berharga dari kisah ini ya.