Keren! Siswi Kelas 6 SD Jadi Peserta Termuda di Lomba Coding Nasional, Temannya Jack Ma Sampai Bilang:"Selamat Datang di Kantor Kami!"


Apa yang kamu lakukan saat kamu berusia 11 tahun? Main gadget, nonton drama Korea atau masih menonton kartun setiap pagi di TV? Lalu, pada saat kamu 11 tahun, bagaimana tampilan dan kemampuan komputer pada zaman itu? Bagaimana kemampuan processornya? Apakah sudah bisa menggunakan jaringan Wi-fi? Apakah kamu akan percaya bahwa ada anak 11 tahun yang jago sekali programming, security atau hal-hal lain yang berhubungan dengan IT?

19 September lalu, salah satu perusahaan e-commerce terbesar, yaitu Alibaba mengadakan sebuah konferensi dan mengadakan kompetisi programming bertajuk Ant Financial ATEC AI Competition.

Seperti yang kita ketahui, dunia programming komputer bukanlah yang mudah. Setiap programmer harus bisa menguasai berbagai macam variasi coding dan membuat terobosan baru! Dalam kompetisi ini terdaftar ada 50 orang yang menjadi peserta dan memamerkan kemampuan IT nya.

Diantar 50 orang peserta, ada seorang peserta yang sangat menarik perhatian. Gadis bernama Wan Hanyan ini merupakan peserta termuda yang baru saja berusia 11 tahun! Wan Hanyan mengenakan baju merah membara dan memperlihatkan bahwa dirinya adalah gadis pemberani dan tidak mudah dikalahkan, walaupun dirinya adalah anak paling muda.

Selain itu, kebanyakan programmer biasanya adalah laki-laki. Wan Hanyan selain menjadi yang paling muda, ia juga menjadi peserta yang memiliki rambut paling banyak. XD Wan Hanyan saat ini baru saja duduk di bangku kelas 6 SD, tapi ia tidak takut untuk bersaing dengan lawan-lawannya yang sudah jauh lebih dewasa dalam perlombaan membuat program, yang hanya diberikan waktu selama 8 menit saja.

Sebelum berlomba, masing-masing peserta mengikuti tahap pelatihan terlebih dahulu. Dalam tahap pelatihan ini, pihak Ant Financial telah memberikan sebuah program pada mereka. Tugas mereka adalah bagaimana caranya untuk menyempurnakan program ini dalam waktu 8 menit.

Perlombaan ini berlangsung selama 3 hari, kemudian dari 50 orang ini akan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mencari 7 besar. Dari 7 besar baru dipilih lagi 1 orang untuk menjadi juara utama. Begitu waktu dimulai, terlihat Wan Hanyan langsung dengan cekatan memegang mouse di tangan kanannya dan satu tangannya lagi langsung mengetik keyboard.

Kemampuan mengetiknya sangat luar biasa, terlihat gerakan tangannya di atas keyboard sangat cepat! Dalam sekejap layar monitor langsung penuh dengan coding-coding. Wajah Wan Hanyan pun terlihat begitu serius, suasana menjadi begitu tegang dan seolah-olah hembusan angin pun bisa saja menjadi gangguan besar.


Hanya saja, karena persaingan yang begitu ketat, Wan Haiyan yang kalah 1 detik dari sang juara akhirnya harus rela hanya menerima hadiah hiburan. Walau tidak bisa menjadi juara, namun penampilan Wan Hanyan membuat siapa saja merasa kagum padanya. Peserta yang keluar menjadi juara pun mengatakan,”Waktu aku tahu ada anak 11 tahun yang ikut pertandingan ini, aku pun merasa cukup tertekan dan kaget. Aku tidak pernah melihat ada peserta semuda itu. Ia sangat pintar!”


Setelah perlombaan selesai, CEO Ant Financial, Jing Xiandong pun berkata,”Aku sangat kagum padanya. Aku bahkan sudah mengundangnya untuk bergabung dengan perusahaan ini setelah ia dewasa nanti. Pintu perusahaan kami terbuka lebar untuknya. Semoga ketika dewasa ia akan memilih untuk bergabung dengan perusahaan kami.”

Setelah berita ini tersebar di dunia maya, netizen pun berkomentar:

“Anak orang lain memang selalu lebih hebat. XD”

“Dia baru 11 tahun? Bagaimana nasibku yang sudah berusia 25 tahun dan masih belum punya pekerjaan.”

“Belum juga lulus SD tapi sudah diterima kerja oleh perusahaan sebesar itu? Sungguh luar biasa!”


Wan Haiyan menceritakan bahwa awalnya ia hanya ingin ikut pelatihan pemrograman Java. Namun, dengar-dengar ada perlombaan, Wan Haiyan lalu mencoba mendaftar hanya untuk mengetes kemampuan saja, ia pun tidak menyangka bahwa dirinya bisa masuk 7 besar.

Lebih hebatnya lagi, Wan Haiyan baru mulai belajar programming sejak setahun yang lalu. Baru setahun yang lalu Wan Haiyan membaca sebuah majalah dan di dalamnya membahas soal IT. Siapa sangka sejak saat itu Wan Haiyan tertarik dengan dunia IT dan mulai menggeluti dunia pemrograman. Walau dalam proses belajarnya sering mendapat banyak tantangan, Wan Haiyan tidak pernah terpikir sekalipun untuk menyerah.


Kedua orang tuanya mengatakan bahwa Wan Haiyan adalah anak yang ceria dan kreatif. Wan Haiyan selalu belajar dengan giat dan melakukan setiap hal yang ia sukai sebaik mungkin. Tidak aneh rasanya bahwa di sekolah Wan Haiyan pun selalu menduduki peringkat teratas.

Dalam waktu 1 tahun pula, Wan Haiyan berhasil meraih beberapa penghargaan saat mengikuti lomba komputer, seperti misalnya meraih programmer muda terbaik, meraih juara pertama dalam kontes nasional pemrograman yang inovatif, dan ia sudah pernah membuat 18 buah permainan elektronik. Selain itu, Wan Haiyan pun memiliki bakat menulis, terbukti novel on-line buatannya sudah dibaca oleh jutaan orang di Tiongkok.


Selain berprestasi, Wan Haiyan pun memiliki jiwa sosial yang tinggi. Ia sering kali ikut serta dalam kegiatan sosial. Saat dirinya melihat banyak anak-anak kurang mampu yang tidak memiliki alat tulis, tidak memiliki sepatu dan lainnya, Wan Haiyan merasa tidak tega. Ia lalu menggunakan uang tabungannya untuk memberikan hadiah bagi anak-anak tidak mampu ini. Wan Haiyan juga pernah membuat kerajinan tangan sendiri untuk dijadikan hadiah dan dibagikan pada anak-anak yang tidak mampu. Wan Haiyan berkata,”Semoga mereka bisa merasa bahagia.”


Wan Haiyan bercita-cita ingin membuat sebuah program yang bisa membantu pekerjaan manusia menjadi lebih mudah, terutama bagi orang tua dan anak-anak. Wan Haiyan sendiri sangat mengidolakan Jack Ma. Wan Haiyan berharap agar dirinya bisa menjadi seperti Jack Ma yang bisa menciptakan sebuah produk yang bisa mengubah kehidupan banyak orang.


Berbeda dengan kebanyakan orang yang masih bingung dengan masa depannya, Wan Haiyan yang baru berusia 11 tahun justru sudah yakin apa yang menjadi tujuan dalam hidupnya. Di usia yang begitu kecil Wan Haiyan sudah mempunyai impian yang begitu besar! Lebih hebatnya lagi, tujuan hidupnya adalah agar membuat hidup banyak orang lebih praktis.

Salut!!!