Di Nyatakan Punah Namun 10 Hewan Ini Masih Menampakkan Diri, Nomor 5 Dari Indonesia


Mendengar kabar kepunahan suatu spesies hewan memang membuat kecewa , namun penemuan-penemuan hewan punah ini seakan membawa angin segar bagi kita semua. Inilah 10 penemuan hewan yang diklaim punah seperti yang kami lansir dari tahupedia.com (03/07/17)

1. Paus Omura


Karena ukurannya yg terbilang kecil paus omura disebut dwarfnya di dunia paus. Nama Omura diambil dari cetologist asal Jepang yang bernama Hideo Omura. Paus Omura memiliki rata-rata ukuran 8 sampai 12 meter. Paus kecil ini dinyatakan punah sekitar 200 juta tahun yang lalu.

Di tahun 2003, Paus Omura menampakan diri di Pantai Australia Barat, hanya saja dalam bentuk bangkai. Karena jumlahnya yang sangat sedikit, para peneliti tidak sempat meneliti Paus Omura. Berkat kemunculan bangkainya, para peneliti jadi bisa mempelajari lebih dalam tentang Paus Omura. Diharapkan juga masih ada beberapa Paus Omura di lautan.

2. Lumba-Lumba Baiji


Di Sungai Yangtze, Cina, hiduplah lumba-lumba Baiji. Lumba-lumba yang imut ini sangat banyak ditemukan di sungai tersebut. Meski Sungai Yangtze menjadi surganya lumba-lumba Baiji, spesies lumba-lumba tersebut dinyatakan punah pada tahun 2006. Lumba-lumba Baiji punah karena konstruksi Three Gorges Dam.

Namun, satu tahun kemudian, kelompok pelajar yang dipimpin oleh peneliti Wang Ding mengatakan bahwa mereka sempat melihat kemunculan seekor lumba-lumba Baiji. Jelas ini menjadi kabar baik bagi pemerintah Cina. Pencarian pun dilakukan hingga 3.540 km dari tempat kemunculan lumba-lumba Baiji. Sayang, tidak ditemukan lumba-lumba tersebut. Pemerintah Cina tidak menyerah mencari keberadaan lumba-lumba Baiji mengingat Sungai Yangtze masih sangat panjang.

3. Woolly Flying Squrirel


Tupai wooly adalah jenis terakhir dari genus Eupetaurus. Layaknya harimau jawa, hewan ini tergerus keberadaannya juga disebabkan perburuan. Hingga spesimen terakhir dari tupai wooly ditangkap di Sai Valley, Gorabad, dan Balti Gali, semua daerah tersebut ada di sebelah Utara Pakistan.

Tupai wooly senang tinggal di daerah tebing dan celah dinding. Sempat dinyatakan punah, di tahun 2004, ada sebuah rekaman hewan yang direkam oleh Dinets di Raikot Valley, dekat Nanga Parbat, Pakistan. Di tahun 2012, sebuah studi yang dilakukan menemukan sejumlah tupai wooly di Neelum Valley, Azad Jammu, dan Kashmir.

4. Bathochordaeus Charon


Nama Bathochordaeus charon diambil dari mitologi Yunani yakni Charon. Charon adalah tukang tambang yang membawa jiwa-jiwa yang telah mati, melewati sungai yang memisahkan dunia manusia dengan dunia lain. Bathochordaes charon ini adalah larva besar yang termasuk dalam hewan tidak bertulang belakang, penyendiri, dan berenang bebas di permukaan air.

Bathochordaeus charon diperkirakan telah punah sekitar lebih dari 100 tahun yang lalu. Makhluk misterius ini punah sebelum ilmuwan meneliti lebih jauh tentang seluk beluk hewan kecil ini. Seorang profesor bernama Carl Chun dari Leipzig University lah yang pertama kali menemukan penampakan Bathochordaeus charon. Carl Chun menemukan makhluk tersebut pada tahun 1899 di Samudra Atlantik Selatan.

5. Harimau Jawa


Sangat di sayangkan hewan asli Indonesia ini harus punah disebabkan maraknya perburuan.

Namun siapa sangka, Di tahun 1976, Harimau Jawa berhasil terlihat batang hidungnya. Di tahun 1980an, Harimau Jawa tersebut berhasil ditangkap. Pencarian yang dilakukan pada tahun 1990an sampai 1994 tidak menghasilkan apa-apa sampai akhirnya Harimau Jawa dinyatakan punah. Sampai akhirnya di tahun 1995, seorang penjaga hutan secara tidak sengaja menemukan kelompok Harimau Jawa.. Hingga tahun 2000, pencarian akan Harimau Jawa masih dilakukan. Adalah Taman Nasional Meru Betiri yang diduga sebagai tempat terakhir kali Harimau Jawa terlihat.

6. Serigala Honshu


Serigala ini merupakan hewan yang banyak ditemukan di Jepang ketika tahun 1732. Namun, ketika penyakit rabies mulai menyerang, penyakit ini menghabisi banyak populasi Serigala Honshu. Serigala terakhir dibunuh pada thaun 1905 di Perfektur Nara di Pulau Honshu.

Semenjak tahun 1905, banyak orang yang mengatakan pernah melihat Serigala Honshu. Laporan tersebut terus menerus masuk hingga abad ke-21. Laporan berbeda justru diberikan oleh para ilmuwan. Para ilmuwan mengatakan bahwa mereka tidak berhasil menemukan satupun spesimen terakhir.

7. Tasmanian Tiger


Hewan ini adalah hewan asli Australia, Pulau Tasmania, dan Papua Nugini. Termasuk dalam famili marsupial atau hewan berkantung, hewan ini dipercaya banyak orang telah punah di abad ke-20. Hewan malam ini memiliki ukuran yang setara dengan anjing dewasa.

Resmi dinyatakan punah, Tasmanian Tiger justru membuat kejutan dengan menampakan diri di sebuah rekaman cctv di Utara Queensland. Setelah kemunculan Tasmanian Tiger dalam rekaman tersebut, banyak ilmuwan yang mencoba mencari keberadaan hewan berkantung tersebut. Tasmanian Tiger terakhir meninggal di Hobart Zoo pada tahun 1936.

8. Kadal La Palma


Walau tidak sebesar komodo, namun kadal La Palma termasuk kadal yang legendaris. Diperkirakan punah sekitar 500 tahun yang lalu. Penyebab kadal ini punah dikarenakan predator dan kehadiran manusia di Pulau Canary, menyebabkan habitat aslinya rusak.

Kadal La Palma biasa tinggal di daerah yang tinggi. Diperkirakan punah 500 juta tahun yang lalu, kadal La Palma justru muncul kembali pada tahun 2007.

9. Coelacanth


Memiliki nama ilmiah Latimeria menadoensis atau biasa yang dikenal dengan nama Coelacanth, adalah salah satu jenis ikan purba yang memiliki tubuh berwarna kecoklatan. Ikan purba ini diberitakan telah punah kira-kira di akhir jaman Cretaceous atau kira-kira 66 juta tahun yang lalu. Ikan ini berhasil membuat dunia terkejut ketika menampakan dirinya pada tahun 1938 di tepi pantai Afrika Selatan.

Pada September 1997 dan Juli 1998, Coelacant kembali mengejutkan dengan muncul di Sulawesi Utara.

10. Dryococelus


Serangga Dryococelus atau di kenal juga dengan sebutan lobster pohon. Hewan ini sempat dinyatakan punah ketika tahun 1930. Namun, secara mengejutkan, hewan ini berhasil ditemukan oleh 2 peneliti asal Australia yakni David Priddel dan Nicholas Carlile. Mereka berdua menemukan Dryococelus di sebuah tempat yang dinamakan Ball's Pyramid, sebuah gunung berapi yang muncul dari bawah laut sekitar 7 juta tahun yang lalu.

David dan Nicholas menemukan serangga langka tersebut pada tahun 2001. Awalnya mereka meneliti kesana hanya untuk memastikan hewan ini benar benar punah. Ketika berjalan di semak, mereka menemukan 2 Dryococelus sedang merangkak di semak-semak. Seketika itu, David, Nichola, dan timnya langsung senang.