9 Foto Ini Buktikan Tidak Semua yang Kita Lihat Sesuai dengan Kenyataannya


Nggak semua manipulasi itu pake photoshop.

Media adalah salah satu corong yang memberitakan banyak hal kepada masyarakat. Mereka memberikan beragam informasi supaya masyarakat bisa mengetahui berbagai kejadian yang terjadi di daerahnya, di negaranya, dan juga secara internasional. Karena itu, secara tidak langsung media bisa mempengaruhi cara berpikir dan cara bersikap masyarakat. Makanya, ketika media mulai disusupi berbagai kepentingan, pembahasan di media menjadi tidak netral seperti seharusnya. 

Saat media mulai berkubu-kubu, maka dia akan memberitakan sesuatu yang menyenangkan kelompoknya, dan menyerang kelompok lain. Padahal, media seharusnya menerapkan cover both sides untuk menjaga keberimbangan dan kenetralan.

Tidak cuma secara tulisan, foto-foto jurnalistik juga bisa menjadi tidak netral. Foto-foto ini dibingkai sedemikian rupa sehingga menimbulkan citra seperti yang diinginkan oleh fotografer tersebut. Dia memang tidak melakukan editan photoshop, namun dia melakukan manipulasi secara bingkai. Fotografer hanya memotret yang dia atau "klien" inginkan dengan memanfaatkan angle. Saat angle itu diubah, barulah terlihat kebohongan yang nyata di dalamnya. Penasaran seperti apa? Langsung kepoin aja yuk.

1. Aksi demo mendukung Theresa May, PM Inggris


Di gambar pertama, kamu akan berpikiran kalau demonstrasi tersebut dilakukan oleh banyak orang. Banyak orang yang mendukung PM Theresa. Padahal, faktanya cuma beberapa orang doang yang ikut demo. Cuma sekitar 30-an. Itu juga karena banyak jurnalis yang meliput, makanya keliatan rame.

2. Membuat simpati terhadap sesuatu, dan menyerang yang lain


Di gambar pertama, kamu akan berpikiran kalau bocah itu adalah anak imigran yang dipenjara di bawah pemerintahan Donald Trump di Amerika Serikat. Faktanya tidak seperti itu. Anak ini sama sekali tidak dikurung, dia cuma kebetuan berada dalam bingkai yang pas. Tuh, dia lari-larian kesana kemari. "Penjaranya" juga cuma seiprit doang.

3. Menegaskan perang saudara


Di gambar pertama, kamu akan berpikiran kalau foto itu adalah hasil insting seorang fotografer yang berhasil mengabadikan momen-momen emosional. Padahal, tidak seperti itu faktanya. Foto ini bukan hasil naluri, melainkan hasil settingan. Pemuda itu memang sengaja diminta untuk berpose oleh para fotografer yang bertugas. Biar memberi kesan dramatis aja.

4. Inilah bahayanya pembingkaian tak utuh


Di gambar pertama, kamu mungkin berpikiran kalau polisi itu hendak memukul seorang anak yang memasang ekspresi ketakutan. Padahal, aslinya mereka lagi bermain semacam permainan bulu tangkis gitu. Beda banget, kan?

5. Lagi-lagi menampilkan khalayak yang terlihat ramai


Gambar di atas, seolah-olah banyak orang yang menyuarakan dukungan kepada Hillary Clinton. Suasana begitu heboh. Padahal, saat di zoom out, yang datang cuma sekitar 50 orang aja. Nggak seheboh seperti di foto pertama.

6. Melambai kepada siapa?


Di gambar pertama, kamu melihat Mike Pence, Wapres AS, sedang melambaikan tangan. Nah, kamu mungkin berpikir dia sedang melambaikan tangan kepada orang-orang yang ada di sekitar, dan orang-orang itu pasti ramai. Padahal, cuma sedikit orang yang berada di tempat itu. Malah tempat itu keliatan sepi banget. Lalu, dia melambai ke siapa? Petugas keamanannya sendiri?

7. Reportase low budget


Karena yang ditayangkan cuma bagian atasnya doang, kamu mungkin berpikiran kalau presenter ini pasti rapi banget pas datang ke studio. Padahal, aslinya penampilannya nggak rapi-rapi banget. Bahkan, saat sedang membawakan berita tersebut, dia nggak make sepatu sama sekali.

8. Mau percaya yang mana?


Di gambar sebelah kiri, kamu mungkin berpikiran kalau seorang tentara sedang menodongkan senjata ke orang lemah. Di gambar paling kanan, kamu berpikir bahwa ada seorang tentara baik yang menolong orang lemah. Padahal, kenyataannya berada di foto tengah. Dua tentara sedang membantu orang lemah, dan pucuk senjata itu milik tentara lain yang berada di depan mereka.

9. Terlihat mengacungkan jari tengah


Di gambar atas, kamu melihat Pangeran William seperti sedang mengacungkan jari tengah. Padahal, saat dipotret dari depan, dia sedang mengacungkan tiga jari. Angle lah yang membuat foto ini jadi terlihat sangat kontras.

FYI, Indonesia itu memiliki media massa yang paling banyak di dunia. Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengatakan Indonesia punya 47 ribu media massa, yang terdiri dari cetak, radio, dan online. Kalau puluhan ribu media massa ini membingkai sebuah berita dengan dinodai kepentingan, maka setiap hari kita dijejalkan informasi yang salah. 

Ditambah, berdasarkan klaim dari Kominfo, ada 800 ribu situs yang menyebarkan berita palsu atau hoaks di Indonesia. Jadi, kalau banyak orang yang ketipu dengan sebuah berita, tidak melulu salahnya. Tapi, bisa jadi karena agenda terselubung dari sebuah media sengaja membingkainya demikian. Bagaimana menurutmu?