7 Fakta Masjid Camii Tokyo, tempat ijab kabul Maia Estianty

Masjid tertua di Jepang yang dibangun pada 1930-an.

 Kabar gembira datang dari Seleb Tanah Air, Maia Estianty. Maia baru saja menikah dengan seorang pengusaha kaya Irwan Murrsy. Pernikahan keduanya beberepa hari silam sempat mengejutkan warganet. Pasalnya tak ada yang tahu di mana lokasi pernikahan Maia dan Irwan. Namun kemudian diketahui bahwa Maia Estianty dan Irwa Murrsy menggelar acara pernikahannya di Jepang. Tepatnya di Masjid Camii Tokyo, Jepang.

Masjid Camii pun tak lepas dari sorotan warganet. Banyak yang penasaran seperti apa masjid tersebut, yang terlihat sangat megah melalui postingan Al Ghazali dan Alyssa Daguise beberapa hari lalu. Brilio.net coba untuk melansir dari berbagai sumber. Masjid Camii memang miliki keindahan yang menakjubkan, mulai dari arsitekturnya yang bernuansa Islam, kebudayaan untuk para pengunjung hingga toleransi yang cukup tinggi.

foto: matcha-jp.com

Masjid Camii merupakan masjid tertua yang dibangun pada 1930-an oleh migran muslim yang datang ke Jepang. Pada masa itu diketahui bahwa migran muslim yang datang ke Jepang terbilang cukup banyak. Masjid yang terletak di dekat Stasiun Yoyogi-Uehara, atau berdekatan dengan lokasi perbelanjaan Shibuya ini, memang menjadi masjid kebanggan muslim Jepang.
foto: matcha-jp.com

Jumlah muslim di Jepang memang belum diketahi secara pasti. Namun menurut catatan resmi, terdapat 70.000-120.000 muslim yang tinggal di Jepang dan 10 persen di antaranya adalah orang Jepang asli.

Masjid Camii mencuri perhatian banyak orang baik wisatawan maupun masyarakat lokal. Siapapun yang lewat di depan masjid ini, pasti terpesona dan ingin mengunjunginya. Masjid Camii dilengkapi dengan Lobi dan sofa yang empuk di dalamnya. Jadi jika kamu ingin beristirahat atau sekedar ingin membaca-baca buku sangat diperbolehkan. Namun, ada beberapa aturan yang harus kamu penuhi jika berkunjung ke Masjid Camii.

Walaupun dikatakan masjid terbesar di Jepang, namun kamu jangan membayangkan masjid ini dengan masjid-masjid besar yang ada di Indonesia. Pasalnya Masjid terlihat kecil karena berada di tengah-tengah bangunan lainnya bahkan bisa dikatakan sangat berdempetan dengan bangunan kiri dan kanannya. Namun keindahan itu muncul, karena bangunan ini dilapisi ubin marmer.

Penasaran bagaimana keindahan serta fakta lainnya dari Masjid Camii? Berikut brilio.net rangkum fakta-fakta menariknya dari beberapa sumber, Kamis (1/11).

1. Pengunjung masjid Camii tak hanya umat muslim.
foto: japantimes.co.jp

Masjid Camii tak membeda-bedakan agama, tolerasinya cukup kuat di sini. Pemeluk keyakinan lain diizinkan untuk berkunjung ke masjid megah ini. Namun ada bebera aturan yang harus dipenuhi ketikan mengunjungi Masjid Camii. Bagi kaum wanita, diwajibkan memakai penutup kepala atau kerudung yang telah disediakan pengurus masjid. Biasanya bagi yang nonmuslim, mengunjungi tempat ini hanya sekedar mencari ketenangan dan membaca-baca koleksi buku yang ada. Masjid ini dibangun dengan lobi yang cukup nyaman. Tujuannya adalah baik pengunjung muslim atau nonmuslim bisa merasa nyaman berada di masjid ini.

2. Khutbah menggunakan tiga bahasa.

foto: alummahworld.com

Saat menunaikan shalat Jumat, biasanya masjid Camii Tokyo dihadiri oleh jamaah yang sebagian besar merupakan kaum ekspatriat. Oleh karena itu, pengelola masjid Camii berinisiatif untuk khotbah Jumat disampaikan dalam tiga bahasa yaitu bahas Turki, Jepang dan Inggris.
3. Arsitekturnya mirip dengan masjid Biru Istanbul.
foto: halalmedia.jp

Banyak lho yang bilang kalau Masjid Camii ini sangat mirip dengan Masjid Biru yang ada di Istanbul Turki. Benar saja, bangunan Masjid Camii dibangun dengan material yang memang didatangkan langsung dari Turki. Dikabarkan pula, ada 100 seniman Turki yang bekerja selama satu tahun untuk membangun Masjid Camii yang terdiri dari dua lantai tersebut. Jadi nggak heran ya kalau sampai ada kemiripan. Di Masjid Camii setiap lantai memilki fungsi masing-masing lho. Bagian atas difungsikan sebagai tempat ibadah, sementara lantai bawah difungsikansikan sebagai pusat kebudayaan.

4. Makan siang gratis di Masjid Camii.
foto: istimewa

Hal menarik lainnya yang ada di Masjid Camii adalah makan siang gratis usai menunaikan shalat Jumat. Menu makanannya semacam nasi pilaaf. Katanya nasi pilaaf ini konon merupakan hidangan bangsa persia kuno, yaitu berupa makanan nasi yang gurih dengan tumisan kaldu daging dan kacang lentil. Makanan siang ini dikemas dalam mangkok plastik dan disajikan rapi di atas meja besar yang berada di ruang bawah. Makanan ini menjadi terasa nikmat karena disantap bersama ratusan muslim lainnya. Sambil menikmati makan lezat dari masjid ini, kamu juga bisa berkenalan dengan sesama muslim lainnya dari berbagai negara. Beruntung jika kamu betemu muslim lokal. Kamu bisa menanyakan banyak hal soal perkambangan agam dan keistimewaan Masjid Camii bagi penduduk setempat.

5. Ukiran kaligrafi bernilai seni tinggi.
foto: istimewa

Dari bangunannya saja, sudah dapat dirasakan bahwa bangunan masjid Camii dibuat dengan penuh kehati-hatian dan memiliki nilai seni yang cukup tinggi. Yang pertama mencuri perhatian adalah desain cantik yang terdapat di pintu masjid, terdapat tulisan kaligrafi ciri khas agama Islam yang sangat indah. Saat masuk kedalam masjid Camii, maka warna dinding dan langit-langit akan memberikan nuansa ketenangan. pada dinding masjid pula terdapat seperti kaligrafi yang cukup indah.